Perang Dagang Trump Dimulai, Bursa Asia Ambruk Berjamaah

Orang-orang mengendarai sepeda di depan papan saham elektronik yang menunjukkan indeks Nikkei Jepang di sebuah perusahaan sekuritas pada hari Selasa, 9 Juli 2024, di Tokyo. Saham-saham Asia sebagian besar menguat pada hari Selasa setelah indeks acuan Wall Street mencapai lebih banyak tonggak sejarah. (AP/Eugene Hoshiko)

Bursa Asia terpantau berada di zona merah pada pagi hari ini usai Presiden AS, Donald Trump mengumumkan soal tarif timbal balik terhadap banyak negara mitra dagangnya.

Dikutip dari CNBC International, bursa Asia pada pagi hari ini (3/4/2025) pukul 09:38 WIB tampak mengalami pelemahan.

Pasar Asia-Pasifik anjlok pada hari Kamis setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif timbal balik yang besar pada banyak negara dan wilayah.

Dalam grafik yang diposting di media sosial, Gedung Putih menunjukkan tingkat tarif efektif yang diklaim mereka dikenakan oleh negara lain terhadap barang-barang Amerika, termasuk melalui manipulasi mata uang dan hambatan perdagangan.

Gedung Putih mengatakan kepada Eamon Javers dari CNBC pada hari Rabu bahwa tarif baru terhadap China akan ditambahkan ke tarif yang sudah ada, yang sebelumnya berjumlah 20%. Dengan tambahan ini, tarif efektif pada China di bawah pemerintahan Trump kini mencapai 54%.

Sementara itu, barang-barang dari India, Korea Selatan, dan Australia akan dikenakan tarif masing-masing 26%, 25%, dan 10%.

Merespon hal tersebut, pasar saham Jepang turun 2,86%, diikuti dengan Hong Kong yang melemah 1,32%, termasuk Korea Selatan (Kospi) yang terdepresiasi 1,12%.

FilmXXI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*