
Bursa Asia terpantau berada di zona merah pada pagi hari ini usai Presiden AS, Donald Trump mengumumkan soal tarif timbal balik terhadap banyak negara mitra dagangnya.
Dikutip dari CNBC International, bursa Asia pada pagi hari ini (3/4/2025) pukul 09:38 WIB tampak mengalami pelemahan.
Pasar Asia-Pasifik anjlok pada hari Kamis setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif timbal balik yang besar pada banyak negara dan wilayah.
Dalam grafik yang diposting di media sosial, Gedung Putih menunjukkan tingkat tarif efektif yang diklaim mereka dikenakan oleh negara lain terhadap barang-barang Amerika, termasuk melalui manipulasi mata uang dan hambatan perdagangan.
Gedung Putih mengatakan kepada Eamon Javers dari CNBC pada hari Rabu bahwa tarif baru terhadap China akan ditambahkan ke tarif yang sudah ada, yang sebelumnya berjumlah 20%. Dengan tambahan ini, tarif efektif pada China di bawah pemerintahan Trump kini mencapai 54%.
Sementara itu, barang-barang dari India, Korea Selatan, dan Australia akan dikenakan tarif masing-masing 26%, 25%, dan 10%.
Merespon hal tersebut, pasar saham Jepang turun 2,86%, diikuti dengan Hong Kong yang melemah 1,32%, termasuk Korea Selatan (Kospi) yang terdepresiasi 1,12%.