Dendam Membara, Begini Detik-Detik Pelaku Racuni Ibu dan Kakak-Adik di Jakut

Dendam Membara, Begini Detik-Detik Pelaku Racuni Ibu dan Kakak-Adik di Jakut

Polisi mengungkap pembunuhan di Warakas, Jakut

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengungkap kronologi Abdullah Syauqi Jamaludin, pelaku yang meracuni ibu dan saudara kandungnya hingga tewas di Warakas, Jakarta Utara. Syauqi pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Pelaku membeli zat tersebut di warung, kemudian dia kembali ke rumahnya mencampurkan zat tersebut dalam panci yang di situ sudah ada rebusan tehnya,” kata Erick saat konferensi pers di Polres Jakarta Utara, Jumat (6/2/2026).

Erick mengungkapkan pelaku tidak sekadar mencampur racun, tetapi memastikan para korban mengonsumsinya saat tidak berdaya. Teh yang telah dicampur racun tikus tersebut dipindahkan ke cangkir sebelum diberikan kepada korban.

“Kemudian rebusan ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah cangkir. Kemudian dari cangkir disuapi ke mulut ke para korban ketika korban terlelap tidur. Kemudian korban meninggal dunia,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, terdapat dua tahap yang dilakukan AS untuk memastikan nyawa anggota keluarganya melayang. “Ada dua proses yang dilakukan pelaku. Pertama, korban dibuat pingsan dengan metode tertentu. Kemudian proses kedua setelah memastikan korban pingsan namun belum MD (meninggal dunia), dia menyendokkan racun lagi ke dalam mulut korban,” ungkapnya.

Untuk diketahui, peristiwa tragis ini merenggut nyawa Siti Solihah (50), serta dua anak lainnya yakni Afiah Al Adilah Jamaludin (28) dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Ketiganya ditemukan dengan kondisi mulut berbusa di rumah kontrakan mereka.

AS yang merupakan anak ketiga di keluarga tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis untuk menutupi jejaknya. Namun, bukti toksikologi dari Puslabfor dan keterangan saksi-saksi akhirnya membongkar siasat bulus pelaku pada 4 Februari 2026.

Hermawan Sulistyo: Ketegasan Kapolri Sering Disalahartikan sebagai Sikap Membangkang!

Hermawan Sulistyo: Ketegasan Kapolri Sering Disalahartikan sebagai Sikap Membangkang!

Hermawan Sulistyo: Ketegasan Kapolri Sering Disalahartikan sebagai Sikap Membangkang!

Penasihat Ahli Kapolri Bidang Politik Hermawan Sulistyo mengungkapkan sejumlah dinamika kebijakan Jenderal Listyo Sigit di tengah bergulirnya wacana reformasi Polri.

Hermawan menyebut, muncul kekeliruan terkait sejumlah kebijakan Kapolri termasuk anggapan adanya insubordinasi terhadap Presiden

“Ada mispersepsi bahwa semua ini seolah diorkestrasi dan Kapolri dianggap membangkang Presiden. Itu keliru. Tim Reformasi Polri sudah dibentuk jauh sebelum ada keputusan pemerintah. Polri bagian dari pemerintah,” kata Hermawan dalam acara bedah buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan di STIK, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, hal tersebut juga mengulas keputusan strategis dan taktis Kapolri dalam situasi sulit, khususnya dalam penanganan kasus besar yang berdampak pada institusi.

“Kapolri juga bisa tegas. Ketegasan itu bukan pembangkangan. Pembangkangan baru terjadi jika Presiden sudah memutuskan A, lalu Kapolri mengatakan B,” ucapnya.

Prabowo Minta Pemda Tertibkan Spanduk Iklan di Pinggir Jalan

Prabowo Minta Pemda Tertibkan Spanduk Iklan di Pinggir Jalan

Prabowo Minta Pemda Tertibkan Spanduk Iklan di Pinggir Jalan (Achmad Al Fiqri)

 Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah (pemda) menertibkan spanduk iklan di pinggir jalan trotoar. Hal itu ditujukan untuk mewujudkan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik dan indah).

1. Tertibkan Spanduk Iklan

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kemendagri di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

“Dalam rangka Indonesia ASRI, terus terang saja saya minta kepada pemerintah tolong tertibkan iklan-iklan spanduk-spanduk terlalu banyak,” kata Prabowo.

Ia menuturkan kisahnya yang menemui banyak spanduk saat mengunjungi Balikpapan, pun dengan wilayah kediamannya. 

“Spanduk-spanduk, spanduk-spanduk, kalau saya naik ke Hambalang, spanduk, spanduk, spanduk,” tutur Prabowo.

“(Spanduk bertulis) ayam goreng pesen satu dapat 1 free.’ Kenapa harus besar-besar sih? Turis datang enggak mau lihat spanduk,” tutur Prabowo.

Lantas, Prabowo menyinggung Bogor merupakan kota paling indah pada zaman dulu. Bahkan, kata dia, Presiden ke-1 RI Soekarno, lebih senang di Bogor daripada Jakarta.

“Dari dulu aku pengin tinggal di Bogor. akhirnya jadi Presiden ya tinggal di bogor. Saudara-saudara terlalu banyak spanduk baliho iklan, tolong ditertibkan,” ucap Prabowo.

Harlah 1 Abad NU, Partai Perindo Apresiasi Peran NU dalam Pembangunan Nasional

Harlah 1 Abad NU, Partai Perindo Apresiasi Peran NU dalam Pembangunan Nasional

Sekjen DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah

Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjalanan bangsa Indonesia selama satu abad terakhir.

Hal tersebut disampaikan Ferry usai menghadiri peringatan Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

“Saya mewakili DPP Partai Perindo menghadiri Harlah 100 Tahun NU. Kami mengucapkan selamat atas pencapaian luar biasa ini,” ujar Ferry

Ia menyoroti tema Harlah kali ini yang berfokus pada pengawalan Indonesia Merdeka menuju peradaban mulia. Menurut Ferry, visi tersebut relevan dan krusial bagi posisi Indonesia di kancah global.

“Saya pikir tema mengawal dan membersamai kemerdekaan sangat penting untuk menuju peradaban dunia,” katanya.

Sidang Kerusuhan Demo Agustus, Bripda Ramadhan Ngaku Dipukuli Massa

Sidang Kerusuhan Demo Agustus, Bripda Ramadhan <i>Ngaku</i> Dipukuli Massa

Sidang Kerusuhan Demo Agustus

Anggota Samapta Polda Metro Jaya, Bripda Muhammad Ramadhan, dihadirkan sebagai saksi dalam perkara dugaan penghasutan terkait kerusuhan Demo Agustus 2025. Sidang tersebut digelar pada Kamis (29/1/2026).

Terdakwa dalam perkara ini antara lain Delpedro Marhaen, Muzzafar Salim, dan Syahdan Husein.

Dalam persidangan, Ramadhan dicecar mengenai kesaksiannya yang mengaku menjadi korban pemukulan saat melakukan pengamanan unjuk rasa.

Ramadhan menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat dirinya bertugas menjaga kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 25 Agustus 2025. Ketika situasi unjuk rasa memanas dan massa mulai melempari petugas dengan batu, polisi memukul mundur massa ke arah Pejompongan.

Di sisi lain, Ramadhan mengaku saat itu juga berusaha melindungi rekan sesama anggota kepolisian. Namun, dari jarak dekat, ia justru diserang oleh massa aksi.

“Setelah dari atas ini, massa aksi memukul bagian kaki saya, tapi saya tidak terlalu mengetahui pelakunya,” ujar Ramadhan di persidangan.

kera4d

TNI Dorong Gizi Seimbang Masyarakat Papua lewat Program Dapur Rakyat

TNI Dorong Gizi Seimbang Masyarakat Papua lewat Program Dapur Rakyat

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi (foto: dok ist)

 Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menggelar Dapur Rakyat dengan menyediakan makanan siap santap bagi ribuan warga Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, di Pos Tinibil Satgas Yonif 753/AVT, Distrik Tinibil. 

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi. Kegiatan ini turut menghadirkan konten kreator kuliner Bobon Santoso, yang dikenal dengan konsep masakan jumbo, sebagai chef utama Dapur Rakyat.

“Syukur alhamdulillah, kegiatan Dapur Rakyat disambut sangat antusias oleh masyarakat. Seluruh warga dapat menikmati sajian lezat dan bergizi yang dimasak langsung oleh Bobon Santoso,” ujar Bambang, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, Dapur Rakyat tidak hanya menjadi kegiatan sosial semata, tetapi juga sarana edukasi gizi serta ‘benih baik’ untuk menumbuhkan budaya pola hidup sehat di tengah masyarakat Papua.

Badan Geologi Peringatkan Potensi Longsor Susulan di Cisarua Bandung Barat

Badan Geologi Peringatkan Potensi Longsor Susulan di Cisarua Bandung Barat

Longsor di Cisarua Bandung Barat (Foto: dok ist)

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk mewaspadai potensi longsor susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria menjelaskan, bahwa longsor yang terjadi dipicu oleh curah hujan tinggi sebelum dan saat kejadian.

“Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, hingga terjadinya kegagalan lereng,” ujar Lana, Minggu (25/1/2026).

Selain faktor hujan, gerakan tanah di Desa Pasirlangu juga dipengaruhi oleh kondisi geologi setempat. Wilayah tersebut didominasi batuan gunungapi tua yang telah mengalami pelapukan, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan rekahan dan sesar geologi.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), wilayah terdampak termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi, terutama pada lereng yang telah mengalami gangguan, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia, khususnya saat hujan deras berlangsung lama.

Geledah Sejumlah Lokasi, KPK Sita Uang Ratusan Juta di Kasus Bupati Pati Sudewo

Geledah Sejumlah Lokasi, KPK Sita Uang Ratusan Juta di Kasus Bupati Pati Sudewo

KPK

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta rupiah. Uang yang disita tersebut merupakan hasil penggeledahan di sejumlah lokasi terkait kasus dugaan pemerasan yang menyeret Bupati Pati Sudewo.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan selain uang, turut disita barang bukti lain yang diduga terkait dengan penyidikan perkara tersebut. “Sejumlah dokumen, baik yang terkait dengan perkara, kemudian dokumen-dokumen catatan keuangan,” kata Budi, Jumat (23/1/2026).

“Kemudian ada juga uang tunai ratusan juta rupiah yang diamankan,” ujarnya.

Budi menyebutkan, lokasi yang digeledah terdiri atas rumah pribadi dan rumah dinas Sudewo, serta rumah pribadi para tersangka lainnya. Ia melanjutkan, pihaknya belum dapat merinci dari mana saja barang bukti tersebut disita karena penggeledahan masih berlangsung. Budi tidak menyebutkan lokasi mana yang penggeledahannya masih berjalan.

“Secara detail kami memang belum bisa menyampaikan diamankannya di titik lokasi yang mana dan dari pihak siapa. Nanti kami akan update kembali karena ini memang masih berjalan di lapangan,” ucapnya.

Diketahui, KPK menangkap Sudewo bersama tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin 19 Januari 2026. Setelah pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK, empat orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Sudewo.

“Setelah ditemukan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan empat tersangka, di antaranya SDW selaku Bupati Pati periode 2025–2030,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Selasa 20 Januari 2026.

Bahaya Minum Kopi saat Perut Kosong!

Bahaya Minum Kopi saat Perut Kosong!

Bahaya Minum Kopi saat Perut Kosong! (Foto: Freepik)

Minum kopi sering menjadi rutinitas pagi bagi banyak orang. Namun, mengonsumsi kopi saat perut kosong ternyata dapat memberi pengaruh negatif bagi tubuh, terutama jika dilakukan secara rutin.

Ahli kesehatan menjelaskan bahwa dampaknya bergantung pada kondisi tubuh masing-masing, kebiasaan minum kopi, serta tingkat sensitivitas terhadap kafein. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kopi diminum tanpa makanan terlebih dahulu, di antaranya:

Memicu Asam Lambung

Salah satu masalah umum akibat minum kopi saat perut kosong adalah meningkatnya produksi asam lambung. Kafein dapat merangsang sel-sel di lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam, yang dapat menyebabkan sensasi perih atau mulas di dada (heartburn), rasa tidak nyaman di perut bagian atas, hingga gangguan pencernaan.

Orang yang memiliki kondisi seperti maag, GERD, atau hipersensitivitas lambung akan lebih rentan mengalami gejala tersebut saat minum kopi tanpa sarapan.

Merangsang Sistem Saraf

Kopi bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat melalui kandungan kafein, sehingga dapat membuat seseorang merasa lebih fokus.

https://outsidecontrol.com

Menkeu Purbaya Jajal Ayam Afrika di Jalan Kebon Sirih 

Menkeu Purbaya Jajal Ayam Afrika di Jalan Kebon Sirih 

Menkeu Purbaya Jajal Ayam Afrika di Jalan Kebon Sirih. (Foto: TikTok Menkeu Purbaya)

 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kerap kali jajan di kaki lima dan tempat makan UMKM. Kali ini Menkeu Purbaya kedapatan menjajal Ayam Afrika yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. 

“Saya gak paham kenapa disebut Ayam Afrika. Sambelnya lumayan pedes, ada juga kaya sambel kemiri, gurih enak,” ujarnya, seperti dikutip dari akun TikTok Purbaya, Kamis (22/1/2026). 

Menurut Menkeu Purbaya, ayam goreng-nya enak. Ayam tersebut disajikan dengan Bawang Bombay goreng, gurih, enak. 

Tampa malu-malu, Menkeu Purbaya makan tanpa sendok alias dengan tangan. Menurutnya, Ayam Afrika rasanya enak. Hanya saja kurang pedas. Kendati demikian Menkeu Purbaya habis dua porsi ayam. “Sendiri dua (porsi) ayam. Biar kuat,” ujarnya sambil tertawa malu.  

Selain itu Purbaya juga mencicipi pisang goreng, yang menurutnya memiliki raya yang enak. Bahkan Menkeu Purbaya tampak menambah. 

Kera4d